Minggu, 16 September 2012

PRAKTIKUM KIMIA


TITRASI ASAM BASA
A.      TUJUAN
Melakukan titrasi asam basa untuk menentukan konsentrasi suatu larutan

B.       DASAR TEORI
Titrasi merupakan salah satu cara untuk menentukan konsentrasi larutan suatu zat dengan cara mereaksikan larutan tersebut dengan zat lain yang di ketahui konsentrasinya. Prinsip dasar  titrasi asam basa di dasarkan pada reaksi netralisasi asam basa.
Titik eqivalen pada titrasi asam basa adalah pada saat di mana sejumlah asam tepat di netralkan oleh sejumlah basa. Selama  titrasi berlangsung  terjadi  perubahan pH. pH pada titik eqivalen di tentukan pada sejumlah garam yang di hasilkan dari netralisasi asam basa. Indikator yang di gunakan pada titrasai asam basa adalah yang memiliki rentang pH di mana titik eqivalen berada. Pada umumnya titik eqivalen tersebut sulit untuk di amati, yang mudah di amati adalah titik akhir yang dapat terjadi sebelum dan sesudah titik eqivalen tercapai. Titrasi harus di hentikan pada saat titik akhir titrasi di capai, yang di tandai pada perubahan warna indikator. Titik akhir titrasai tidak selalu berimpit dengan titik eqivalen. Dengan pemilihan indikator yang tepat, kita dapat memperkecil kesalahan titrasai.
            Pada titrasi asam kuat dan basa kuat, asam kuat dan basa kuat dalam aire akan terurai dengan sempurna. Oleh karena itu ion hidrogen dan ion hidroksida selama titrasi dapat lansung di hitung dengan jumlah asam atau basa yang di tambahkan. Pada titik eqivalen dari titrasi asam kuat dan basa kuat, pH larutan pada temperatur 20°C sama dengan pH air, yaitu sama dengan tujuh.


C.      ALAT DAN BAHAN
1.      ALAT
-          Buret                                       1 buah
-          Botol semprot                         I buah
-          Corong                                    1 buah
-          Gelas kimia 250 ml                 1 buah
-          Gelas erlenmeyer 250 ml         2 buah
-          Pipet gondok 10 ml                 1 buah
2.      BAHAN
-          NaOH 0,05
-          HCl
-          Phenolftalin
-          Aquades
-          Kertas putih
D.      LANGKAH KERJA
1.     Membersihkan buret dan membilas NaOH yang akan di pakai sebanyak 3 kali (± 5 ml), kemudian memasukkan NaOH kedalam buret menggunakan corong sampai volumenya melebihi sekala nol buret, kemudian turunkan volume larutan NaOH pada buret sampai tepat sekala nol.
2.     Pipet 10 ml larutan asam yang akan di tentukan konsentrasinya dengan mengunakan kedalam labu erlenmeyer dengan teknik yang benar.
3.     Menambahkan aquades kedalam labu erlenmeyer + 5 ml untuk membilas larutan yang menempel  pada dinding larutan erlenmeyer, menambaghkan 3 tetes indikator phenolftalien.
4.     Melakukan titrasi dengan cara meneteskan larutan NaOH dari buret secara berlahan – lahan tetes demi setetes sampai larutan kan berubah warna.
5.     Memcatat keadaan akhir buret yangmenunjukkan volume larutan NaOH yang di pakai, yakni selisih volume semula dengan volum akhir.
6.     Mengulangi percobaan sebanyak 2 kali
7.     Menghitung konsentrasi larutan yang telah dititrasi.
JURNAL PRAKTIKUM
Judul       : titrasi asam basa
Tanggal   : 12 – 05 – 2010
Tujuan    : melakukan titrasi asam basa untuk menentukan konsentrasi  suatu larutan
Langkah kerja
Pengamatan

Percobaan 1
Dik: V1 = 5,5 
M1 = 0,05 M (NaOH)
V2 = 10 ml
Dit M2………?
Jawab : V1. M1 = V2. M2
5,5 . 0,05 = 10 M2
M2 = 5,5 . 0,05  / 10
(HCl) M2 = 0,0275
Percobaan 2
Dik: V1 = 6 ml
M1 = 0,05 M (NaOH)
V2 = 10 ml
Dit M2………?
Jawab : V1. M1 = V2. M2
6 . 0,05 = 10 M2
M2 = 6  . 0,05  / 10
(HCl) M2 = 0,03 M
M rata – rata = 0,0275 + 0,03 / 2
= 0,0288 M
  
PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini tentang titrasi asam basa, yang bertujuan untuk menentukan konsentrasi suatu larutan. Pada percobaan pertama Membersihkan buret dan membilas NaOH yang akan di pakai sebanyak 3 kali (± 5 ml), kemudian memasukkan NaOH kedalam buret menggunakan corong sampai volumenya melebihi sekala nol buret, kemudian turunkan volume larutan NaOH pada buret sampai tepat sekala nol. Setelah itu memasukkan 10 ml larutan asam yaitu HCl yang akan di tentukan konsentrasinya dengan mengunakan kedalam labu erlenmeyer. Menambahkan aquades kedalam labu erlenmeyer + 5 ml untuk membilas larutan yang menempel  pada dinding larutan erlenmeyer, menambahkan 3 tetes indikator phenolftalien, setelah itu melakukan titrasi dengan cara meneteskan larutan NaOH dari buret secara berlahan – lahan tetes demi setetes sampai larutan kan berubah warna. Dan titrasi di hentikan  pada saat titik akhir titrasi di capai, yang di tandai pada perubahan warna indikator yaitu berwarna pink pada volume NaOH 5, 5 ml Titik eqivalen tercapai pada saat di mana sejumlah asam tepat di netralkan oleh sejumlah basa. Dan di sini terjadi titik equevalen tercapai pada saat se4telah titiuk akhir tercapai, titik akhir titrasi tidak selalu terhimpit dengan titik equevalen.
Selama  titrasi berlangsung  terjadi  perubahan pH. pH pada titik eqivalen di tentukan pada sejumlah garam yang di hasilkan dari netralisasi asam basa. Indikator yang di gunakan pada titrasai asam basa adalah yang memiliki rentang pH di mana titik eqivalen berada. Pada umumnya titik eqivalen tersebut sulit untuk di amati, yang mudah di amati adalah titik akhir yang dapat terjadi sebelum dan sesudah titik eqivalen tercapai. Titrasi harus di hentikan pada saat titik akhir titrasi di capai, yang di tandai pada perubahan warna indikator. Titik akhir titrasai tidak selalu berimpit dengan titik eqivale. Dengan pemilihan indikator yang tepat, kita dapat memperkecil kesalahan titrasai.
Pada titrasi asam kuat dan basa kuat, asam kuat dan basa kuat dalam aire akan terurai dengan sempurna. Oleh karena itu ion hidrogen dan ion hidroksida selama titrasi dapat lansung di hitung dengan jumlah asam atau basa yang di tambahkan. Pada titik eqivalen dari titrasi asam kuat dan basa kuat, pH larutan pada temperatur 20°C sama dengan pH air, yaitu sama dengan tujuh.
Pada percobaan kedua sama seperti percobaan pertama, dengan volume pertama NaOH 6 ml dan volume ke 2 NaOH 10 ml, pada melakukan titrasi supaya mengetahui konsentrasi suatu larutan HCl, pada percobaan pertama HCl  M2 = 0,0275 M dan pad percobaan pertama ke 2 HCl M2 = 0,03 M  setelah itu di cari M rata – rata dengan hasil 0,0288 M. jadi setelah melakukan titrasi dapat di ketahui konsentrasi pada HCl.
KESIMPULAN
Pada pembahsan di atas dapat di simpulkan yaitu :
  1.  Titik eqivalen pada titrasi asam basa adalah pada saat di mana sejumlah asam tepat di netralkan oleh sejumlah basa. Selama  titrasi berlangsung  terjadi  perubahan pH.
  2. Titik akhir titrasai tidak selalu berimpit dengan titik eqivalen.
  3. Titrasi merupakan salah satu cara untuk menentukan konsentrasi larutan suatu zat dengan cara mereaksikan larutan tersebut dengan zat lain yang di ketahui konsentrasinya.
DAFTAR PUSTAKA
Underwod. 1996. Analisis Kimia Kuantitatif. Jakarta : Erlangga
Rosenberg, Jerome l. 1996. kimia Dasar. Jakarta : Erlangga
Kartimi.2010.Panduan Praktikum Kimia Dasar Dua. Cirebon.Pusat Labolatorium

Tidak ada komentar:

Posting Komentar